Masih ingatkah saat tengah malam kita tidak sengaja terbangun bersama karena bumi bergoyang cukup keras, kamu di kamar rumahmu, aku di ruang tengah rumahku. Entah ada angin apa, aku tiba-tiba mencari ponsel untuk bisa segera menghubungimu, kamu yang ternyata juga baru bangun lalu diselimuti rasa panik, aku pun sama.
Tapi entah mengapa, mendengar suaramu di sana yang menandakan kamu sedang baik-baik saja membuatku juga menjadi lebih ayem. Setelah beberapa saat keadaan dinilai cukup stabil, kamu memutuskan untuk kembali tidur –lebih tepatnya ketiduran– sedangkan aku berkutat dengan mata yang tak kunjung mau terpejam, sial. Tak mau menyerah, aku lalu bangkit dari tempat tidur untuk mencari buku yang belum selesai aku baca di rak buku, berharap mata ini menyerah pada tulisan sang penulis di dalam buku itu, 15 menit berlalu dan aku sudah bermimpi terbang di antara bintang-bintang.
Rangga Heryan Kusuma
Wonogiri, 9 Mei 2018
Rangga Heryan Kusuma
Wonogiri, 9 Mei 2018