Doa 1











Di ujung tahun 2020 ini, lingkungan sekitarku sedang diterpa segelintir kabar duka. Kabar yang mungkin tak pernah diharapkan oleh sebagian banyak orang, karena merasa tak siap dan takkan pernah siap untuk kehilangan orang-orang yang punya hubungan dengannya, pun orang yang sangat dicintainya.

Borneo

Jaket yang sudah sedikit lusuh ini kulipat perlahan, lalu kuletakkan di samping kepala sebagai satu-satunya teman tidur. Salah satu barang pemberianmu ini tak pernah absen menemaniku terlelap meraih mimpi yang penuh harap. Tanpa bantal, tanpa guling. Hanya beralas sepetak kasur kapuk yang mulai termakan usia.

Efek Rumah Kaca

Source: dafont.com






Saat itu pada penghujung 2015, saya dan saudara saya, Mas Dheni, sedang menikmati sore di teras rumah. Sedikit mendung kala itu. Saat tiba-tiba, telinga saya mendengar alunan nada yang membuat saya bertanya-tanya.

Introspeksi











Di satu kesempatan ini, aku ingin sedikit  bergumam perihal takdir. Terkadang ia bisa muncul dalam bentuk terindah, terkadang pula ia dapat menghujam diri sampai tersungkur ke tanah. Di satu sisi, mensyukuri, namun di sisi lain ingin sekali mencibiri.

Menunggu Sabtu

Saat itu hari Rabu, hari yang ditunggu setelah hari Senin kemarin baru saja lingkungan saya mendapat kabar bahwa ada salah satu tetangga yang dinyatakan positif terjangkit virus Covid-19. Padahal, hari Jumat sebelumnya, tetangga saya tersebut ikut kegiatan masak-memasak sebagai salah satu budaya untuk menyambut Hari Raya Idul Adha.

Stoikisme


Roda besi itu melaju menggilas rel yang menjadi lintasannya untuk mencapai tuju. Di atasnya, tampak seorang lelaki yang sedang duduk bertafakur. Ia sedang berpikir, mengapa akhir-akhir ini ia terkesan terlalu riang menghadapi segala yang ada, tak peduli peristiwa senang atau sukar yang menghinggapinya, ia merasa tak pernah se-enteng ini menyikapi sesuatu. Ia baru ingat, beberapa waktu yang lalu, ia sempat mendengar istilah practical stoic, dan dari situ ia tertarik untuk mengulik lebih dalam tentang apa yang disebut dengan stoikisme.

The Adams

Source: twitter.com/theadamsband

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau physical distancing yang digadang-gadang bisa paling tidak memperlambat penyebaran virus Covid-19 di Indonesia, nyatanya belum begitu mujarab. Antara kebijakan yang berubah-ubah atau masyarakat yang terlalu sukar diatur ditengarai membuat penyebaran virus ini semakin masif. Saat sedang membaca berita tentang Covid-19 ini, ada notifikasi masuk ke ponsel saya, notifikasi tersebut memberi tahu tentang konser Synchronize Fest yang mempertontonkan The Adams sebagai bintang tamunya telah dirilis di youtube. Kebetulan sekali, saya mulai suntuk dengan adanya peraturan PSBB ini. Tahu saya sedang suntuk, semesta nampaknya ingin menghilangkan kesuntukan saya dengan menyuguhkan satu tontonan yang menarik.

Pagi


Seorang pria paruh baya terbaring di sebuah kasur usang miliknya, entah berapa lama sudah ia ditemani seonggok busa yang sudah mulai letoi termakan usia, kehilangan idealisme masa mudanya sebagai busa kuat nan kokoh.

Stranger Things

Pict by: pinterest

Pertama-tama mungkin ini sedikit berlebihan. Tapi persetan dengan itu semua, aku hanya ingin menumpahkan rasa lewat susunan huruf yang ada di layar hp, tentang series netflix yang pertama kali kutonton, Stranger Things. Serial film yang berhasil membuatku menahan kantuk untuk menonton, lalu menulis tulisan ini.

Banal



Beberapa api berkobar karena memang keberadaannya dibutuhkan, namun beberapa yang lain berkobar walaupun tak pernah diharapkan. Seperti kebakaran hutan yang melanda Australia belakangan ini, membuat langit yang merona menjadi gulita, membuat segarnya udara menjadi nestapa, begitulah kiranya.