Sudut Pandang

Mungkin di antara jutaan atau milyaran manusia di muka bumi ini, penulis cukup diberkati dalam hal begitu murahnya cara mereka untuk menumpahkan emosi. Tinggal duduk, melamun, lalu menulis. Cukup hemat dibandingkan orang-orang yang menumpahkan emosinya dengan cara menyewa satu ruangan untuk memukul atau memecahkan benda-benda yang memang disediakan untuk dihancurkan. Atau mereka yang melarikan pikiran mereka ke hal-hal yang berbau obat-obatan. Walaupun di lain sisi, menjadi penulis juga rentan mendapat stigma,

"Kamu pengen jadi penulis? Mau dikasih makan apa anak istrimu nanti?"