Malam ini kembali ke perantauan, menggunakan motor yang menemani hari-hariku sejak SMA, membelah pulau jawa dari ujung selatan ke ujung utara. Karena jarak yang cukup jauh, berhenti sejenak untuk memulihkan tenaga akan sangat dibutuhkan, aku menepikan motor di sebuah warung yang ada di pinggir jalan, setelah membeli kopi hangat, aku lalu duduk-duduk sebentar di luar warung tempat membeli kopi tadi.
Sembari menghabiskan kopi, di sebelahku terdapat pula sepasang pemuda yang sedang duduk,
awalnya aku biarkan saja, toh tidak mengganggu. Namun saat si pemuda laki-laki tiba-tiba merebut ponsel pasangannya, aku agak tertarik untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Setelah sedikit nguping, ternyata si perempuan ketahuan chatting dengan laki-laki lain, walaupun aku tidak tahu apa yang dibicarakan, dapat dilihat dari sorot mata laki-laki tersebut yang menandakan jika dia sedang marah, namun kemarahannya sedikit disembunyikan, mungkin karena sedang di tempat umum, alhasil ponsel si perempuan di bawa oleh si laki-laki, mungkin untuk investigasi lebih lanjut, hehe, lalu mereka pergi.
awalnya aku biarkan saja, toh tidak mengganggu. Namun saat si pemuda laki-laki tiba-tiba merebut ponsel pasangannya, aku agak tertarik untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Setelah sedikit nguping, ternyata si perempuan ketahuan chatting dengan laki-laki lain, walaupun aku tidak tahu apa yang dibicarakan, dapat dilihat dari sorot mata laki-laki tersebut yang menandakan jika dia sedang marah, namun kemarahannya sedikit disembunyikan, mungkin karena sedang di tempat umum, alhasil ponsel si perempuan di bawa oleh si laki-laki, mungkin untuk investigasi lebih lanjut, hehe, lalu mereka pergi.
Bagiku sendiri, hal tersebut termasuk kekanak-kanakan mengingat dua pemuda tersebut sudah sama-sama dewasa, jika dilihat dari raut wajahnya. Setiap orang tentu memiliki privasi dan hanya dirinya sendirilah yang bisa memilih privasi mana yang dapat dia bagi ke orang lain dan privasi mana yang hanya dia sendiri yang boleh mengetahuinya.
Aku sendiri adalah orang yang menghormati privasi seseorang. Jika kau marah-marah hanya karena sebuah chat yang mungkin baginya itu biasa saja, lantas apakah dia akan berhenti atau kapok chatting dengan lelaki lain? Bisa saja karena sifatmu tersebut, ia malah semakin tidak nyaman karena dikekang oleh caramu memilikinya, yang terpenting bagiku sebagai laki-laki adalah biarlah pasanganmu bebas akan dunianya, kau hanya perlu menanamkan pentingnya komitmen dari sebuah hubungan, apalagi jika ingin meneruskannya ke jenjang yang lebih serius.
Jika seseorang sudah memiliki komitmen, mau digoda sampai bagaimana pun, ia tidak akan terpengaruh, karena ia punya tanggung jawab yang lebih besar, yaitu mempertahankan komitmen yang sudah kalian rajut sedari awal kalian memulai sebuah hubungan.
Rangga Heryan Kusuma
Semarang, 3 Juni 2018

No comments:
Post a Comment