Di Antara Kalian



Aku ingin menyampaikan opini yang kupunya tentang perempuan yang telah memiliki pasangan, entah itu yang sudah sah di mata hukum atau belum. Seorang teman perempuan yang telah memiliki pasangan masih sering menebar pesona lewat media sosial pribadinya, terutama instagram. Yang jadi pertanyaan adalah, apakah memang hal tersebut adalah sifat alami perempuan, atau memang sebenarnya itu adalah semacam kode bahwa ia kurang diperhatikan oleh pasangan?

Bukannya mau ikut campur, namun ada sesuatu yang mengganjal di hati, yang ingin mencari sebuah jawaban. Karena jika seandainya aku menjadi pasangannya, itu menjadi hal yang cukup mengganggu juga bagiku. Tapi ingat, ini hanya opiniku pribadi, tak usah terlalu serius menyikapi. Aku hanya sedang membayangkan jika aku menjadi lelaki pasangannya tersebut, jika dengan membayangkannya saja aku belum mampu, bagaimana dengan yang menjalani? Namun mungkin saja sang pasangan juga santai-santai saja, ah tak tahu juga.

Sialnya, aku menjadi korban dari pesona teman perempuan yang telah memiliki pasangan tersebut. Menjadi orang di tengah-tengah hubungan orang lain memang tidak pernah mengenakkan. Lebih baik segera ambil sikap daripada harus melebur dan menunggu sesuatu yang tidak jelas kelanjutannya. 

Coba pikirkan secara matang kedepannya, saat kau dengan licik merebut pasangan temanmu itu, kau bisa mendapat dua dampak. Pertama, kau kehilangan temanmu, kedua, hubunganmu dan pasangan yang kau rebut juga belum tentu bisa bertahan hingga ajal memisahkan, jika itu terjadi maka kau akan kehilangan dua orang yang penting bagi hidupmu, temanmu dan mantan pasanganmu. Namun jika kau membiarkan keduanya, atau dengan kata lain tidak mengusik hubungannya, kau hanya akan kehilangan pasangan temanmu itu. Mungkin bukan kehilangan, kau masih bisa berkomunikasi secara wajar. Jadi, tidak ada yang hilang atau pergi setelah itu. Memang sedikit sesak di dada. Namun, seperti kopi, bukankah memang hidup menjadi istimewa karena rasa pahit yang menyelimutinya?


Semarang, 20 Agustus 2018
Rangga Heryan Kusuma

No comments:

Post a Comment