Gusar



Detak jam dinding semakin kencang seiring malam yang semakin larut, sunyi yang semakin memenuhi ruangan, dan pikiran yang tak mau berhenti menebak, sebenarnya apa yang dimaksud oleh tingkah lakumu itu?

Di dunia nyata, dirimu bertingkah seolah tak pernah terjadi apa-apa, namun di dunia maya, kita seolah menjadi sepasang insan yang saling mendamba. Di dunia nyata, kau memiliki orang yang sepertinya telah kau pilih untuk dijadikan sarang untuk hati kecilmu, supaya senantiasa hangat oleh dekapan. walaupun dari beberapa ucapanmu, kau masih tampak bimbang untuk memutuskan.

Namun di dunia maya, kau seolah memilihku untuk bersama-sama menggapai mimpi yang kebanyakan sama itu. Aku bingung bagaimana harus menyikapi, aku menjadi pengagummu semenjak pertama kali kau mengajakku berinteraksi, sorot matamu yang tajam membuatku terkadang tak mampu menatapnya balik, tutur katamu lembut, setidaknya di depanku.

Namun hubungan ini mungkin akan berakhir rumit, bagaimana tidak, kami adalah empat sekawan yang saling berpasangan Aku, Roy, Lia, dan Ria. Nah, perempuan yang kumaksud tadi adalah Ria, dan yang kumaksud ia telah menemukan 'sarangnya' adalah Roy. Sedangkan Lia yang katanya belum mempunyai pasangan sudah mulai menunjukkan perhatiannya padaku, sorry nih, bukan geer, memang begitu adanya.

Dan apakah elok kiranya jika aku dengan entengnya merebut Ria dari Roy, yang juga berarti melepas Lia dariku? Mau menghancurkan sebuah pertemanan? Aku sendiri tak sanggup membayangkan, namun hati ini terus berontak, apa yang harus kulakukan?


Semarang, 16 September 2018

No comments:

Post a Comment