Berdamai dengan Rezeki Orang


Pernahkah kamu iri melihat teman atau orang lain mendapat rezeki berlebih? Aku yakin pernah.

Kalimat "Rezeki setiap orang sudah ada yang mengatur" adalah ungkapan klise yang bagiku sendiri tak bisa menjadi alasan mutlak untuk bisa membuatku berdamai dengan rezeki milik orang lain atau teman sendiri sekalipun.

Terlebih lagi di bidang pekerjaan, entah kenapa saat melihat teman atau orang lain mendapat pekerjaan layak di usia yang sama denganku, aku merasa terlambat, sangat terlambat, selalu begitu. Bagaimana bisa? Sedangkan umur kami setara, sekolah kami dulu sama, dan mereka bisa mendapat pekerjaan yang layak lebih cepat daripada aku, lalu kau menyuruhku untuk berdamai dengan rezeki orang lain dengan dalih rezeki sudah ada yang mengatur? Oh ayolah.

Bukannya aku tak percaya dengan sang pengatur rezeki, namun jika kita hanya berdiam diri, rezeki tak akan datang sendiri dari langit. Yang menjadi permasalahan adalah usaha apa yang sekiranya cocok untuk kita kaum-kaum pencari ide usaha supaya memiliki kendaraan untuk menjemput rezeki kita kelak? Mungkin itu adalah masalah dari hampir seluruh pemuda yang mendamba rezeki dari keringat sendiri, dan tidak berharap bergantung pada orang lain.


Rangga Heryan Kusuma,
Lawu, 6 Juli 2018

No comments:

Post a Comment