Suara dalam Bara









Di malam yang sudah berganti pagi ini, izinkan saya yang sudah mulai jarang nonton konser musik ini mengulas pertunjukan yang bertajuk Jalaran Sadrah Album Showcase Vol 2 ini.

Sedikit kilas balik, sepertinya terakhir saya menonton Barasuara adalah sekitar tahun 2018, berarti sudah 7 tahun yang lalu kira-kira. Rindu itu nampaknya baru mau pecah di penghujung tahun 2025.

Stage-stage pendek yang menjadi kesukaan saya saat menonton konser musik tersaijkan di sini, kesan hangat dan guyub nyatanya sangat menyenangkan untuk dilihat, sebagai sarana untuk mengusir jenuh yang hinggap hampir saban hari.

Soundnya mungkin memang tidak sebagus panggung-panggung megah, namun kedekatan dan kehangatan panggung pendek tidak akan pernah tergantikan.

Iga Massardi seperti biasa merupakan front man yang ajaib. Disegani di satu sisi, namun selalu lawak di sisi yang lain, membuat suasana yang panas menjadi tambah hangat karena lontaran pujian kritis yang semi-semi orasi tersebut. Hidup Jo... *Sebagian teks hilang*.

TJ Kusuma menyayat gitar Fender Telecaster-nya dengan santai namun presisi, disambut oleh alunan bass Gerald Situmorang yang enerjik, dan sang pengatur tempo andalan yaitu Marco Steffiano yang berpadu menghasilkan suara yang kompleks.

Asteriska menari di tiap lagu, bagai dirijen yang mengatur irama anggukan dan loncatan penonton yang hadir malam hari ini, satu kidung di tembang Biyang membuat banyak bulukuduk merinding serentak.

Namun mata saya banyak terfokus pada Puti Chitara, yang bernyanyi sambil sesekali memainkan synthesizer di beberapa lagu. Ia tidak se-gemulai Icil (Asteriska), namun menurut saya hadirnya penting sebagai penyeimbang vokal di Barasuara.

Puti juga memainkan piano di saat format band pindah dalam bentuk akustik. Sambil bernyanyi, jari lentiknya memainkan piano dengan lembut, menjadi energi untuk Iga Massardi dapat mengeksekusi lagu-lagunya dalam wujud berbeda.

Senang rasanya bisa melihat Barasuara dalam jarak dekat, setelah sebelumnya saya menikmatinya dalam jarak yang lumayan jauh dari panggung, dan waktu itu baru album taifun yang sudah rilis.

Kini "Band Viral" ini sudah mempunyai banyak referensi untuk dinyanyikan, saya hitung mungkin lebih dari lima belas lagu dimainkan, 2 jam seolah hanya lewat begitu saja saking saya menikmati pertunjukan kali ini.

Sukses selalu, Barasuara. Bara yang semoga tidak pernah padam. Walau kita kan tua dan kehilangan pegangan. Namun tetap, Sampaikan mereka, Bara dan Suara!

Purwokerto, 12 Desember 2025.

No comments:

Post a Comment