Kelana



Yang abadi hanya perubahan, ucap Kepala Kantor waktu itu. Benar juga, batinku. Senyaman-nyamannya manusia hari ini, kelak akan merasakan ketidaknyamanannya, cepat atau lambat. Ditinggal sementara atau selamanya. Ah sedih juga, sepertinya lebih menyenangkan membahas sisi baiknya saja.

Selama tiga setengah tahun, lebih dari separuh waktuku dihabiskan di kota ini. Sebuah kota dengan suasana dan orang-orang yang asing sekali. Lalu satu orang menegur, satunya lagi merangkul, menjalar seperti akar yang menopang pohon dengan kokohnya. Pohon itu adalah aku, yang disangga banyak manusia dengan berbagai macam tingkah lakunya.

Terima kasih banyak telah membiarkanku tumbuh, dan mohon maaf apabila hadirku banyak merepotkan. Namun sepertinya, buahku baru saja jatuh, menciptakan tunas yang akan melahirkan akar-akar baru. Semoga dalam proses tumbuhnya, senantiasa ditopang oleh akar-akar yang sama tulusnya, sama hangatnya dengan akar yang menopang pohonku sebelumnya. Dengan harapan, pohonku ini bisa tumbuh dengan optimal, menghasilkan buah yang segar untuk dirasakan banyak makhluk-Nya.

Terima kasih atas segala hal baik yang telah diberikan, semoga kebaikan yang diberikan bisa kembali kalian rasakan entah dalam apapun wujudnya. Sekali lagi terima kasih, sampai berjumpa lain waktu, dalam keadaan yang harus lebih baik. Selamat menjelajahi bumi, selamat memberi arti.

Purbalingga, 29 November 2025


No comments:

Post a Comment