Malam ini hujan turun dengan lebatnya, menggagalkan rencana dua orang manusia yang ingin menghabiskan malam di pusat kota yang terkenal cukup padat. Tinggal lah mereka di beranda tempat indekos sang wanita, sembari menunggu hujan yang mungkin akan memakan waktu yang lumayan lama, mengingat tebalnya mega mendung di atas sana. Sebenarnya aku tidak suka dengan kalimat gagal, karena sesuatu yang tak diduga terkadang datang dari reaksi spontan otak saat mencari alternatif lain dari suatu kegagalan.
Tanda Tanya
Pernah tidak dirimu merasa terlalu marah dengan seseorang, lalu terisak. Bukan sebagai pelampiasan, namun tiba-tiba otak seperti mengingat kembali sebuah peristiwa yang orang tersebut pernah alami di masa lalunya, sehingga dirimu merasa seperti ciut sendiri, merasa tak berguna, hingga akhirnya berujung marah pada diri sendiri, mengapa diri ini begitu cengeng, seperti anak kecil yang merengek karena permen yang dimintanya tak mau diberikan oleh sang ibu.
Mawar
Tiap sunyi malam terlewati dengan tak pernah sekalipun aku absen menulis sesuatu tentangmu, bukan untuk ditunjukkan kepadamu secara langsung, apa daya aku yang hanya bisa melihatmu dari kejauhan, diri ini masih terlalu ciut untuk sekadar menatap sepasang mata yang bekilau itu.
Subscribe to:
Comments (Atom)
