Slamet, satu kata tersebut akhirnya terceletuk dari bibir seorang teman, karena sudah terlalu penat menghadapi semester 4 yang terlalu istimewa melibas hati dan pikiran kami, kiranya akan setimpal menyegarkan pikiran di gunung tertinggi se jawa tengah ini.
Setelah mengumpulkan teman, ada dua nama gunung yang muncul dari benak kami. Lawu dan slamet, namun karena lawu kalah suara akhirnya slamet yang tetap dipilih menjadi tujuan penutup semester 4 ini. Setelah beberapa kali dirembug, kami yang awalnya beranggotakan 7 orang, memutuskan untuk menyewa mobil dari semarang.
Menurut hitung-hitungan kami, hasil patungan akan cukup untuk transport, logistik, peralatan, surat keterangan sehat (wajib jika lewat jalur bambangan), dan simaksi. Namun, di tengah jalan, 2 teman kami ragu dan mengundurkan diri, pusing lah kami, anggaran yang telah dibuat dari awal menjadi kacau. Yasudahlah, kami mengakalinya dengan mengepress pengeluaran juga menambah patungan. Namun setelah mendekati hari-h, satu teman yang mengundurkan diri tadi akhirnya ikut, huh, kami sedikit lega walau tetap jika ingin longgar di anggaran harus sesuai rencana awal yaitu ber-7, namun ber-6 tak apalah.
Saat semua dikira telah beres, tenda yang pada awalnya ingin meminjam di sebuah komunitas yang ada di kampus, ternyata masih belum dikembalikan oleh peminjam sebelumnya, aduh. Yasudah tak apa, anggaran yang awalnya tinggal menyisakan sedikit longgar tadi harus ditekan sedemikian rupa lagi untuk menyewa tenda di basecamp nanti.
Berangkatlah kami dari Semarang pukul 11 malam, dan sampai di basecamp bambangan sekitar pukul setengah 4 pagi. Kami istirahat sejenak sembari menunggu matahari terbit, setelah matahari muncul dari ufuk timur, aktivitas warga sekitar-pun dimulai. Kami lalu mencari info tentang persewaan tenda, dan yang kami dapatkan adalah? Kehabisan. Ya, kami kehabisan tenda yang ada di tempat persewaan. Pusing lagi, memikirkan jalan keluar lagi. Namun untungnya, ada warga sekitar yang mungkin melihat kami kesusahan lalu menawarkan bantuan tenda, tapi kami harus menunggu sejenak. Tak apalah mengacaukan lagi jadwal yang dibuat dari awal, yang penting bisa berangkat.
Setelah kami mendapatkan tenda, kami lalu sedikit bersih-bersih badan, dan sarapan. Oh iya, basecamp bambangan ini untuk ukuran jalur pendakian resmi (nasional) fasilitasnya masih sangat minim, air yang tiap pagi mati, kamar mandi yang terbatas, dan lain sebagainya. Maka saya sarankan kalau mau bersih-bersih atau tidur, jangan di basecamp tempat registrasi-nya, namun di basecamp yang telah disediakan oleh warga sekitar, lebih nyaman. Lanjut, setelah packing ulang, bersih-bersih, registrasi, dan makan, kami akhirnya berangkat.


No comments:
Post a Comment