Banal



Beberapa api berkobar karena memang keberadaannya dibutuhkan, namun beberapa yang lain berkobar walaupun tak pernah diharapkan. Seperti kebakaran hutan yang melanda Australia belakangan ini, membuat langit yang merona menjadi gulita, membuat segarnya udara menjadi nestapa, begitulah kiranya.

Apresiasi tertinggi kuberikan karena tak mudah mengakui sebuah kekhilafan, namun maaf, butuh dari sekadar waktu untuk sembuh dari sebuah sayatan luka. Pedih rasanya, saat sepotong belati itu tak sengaja melukai diri. Aku hanya berharap, tak ada belati-belati lagi yang telah bersiap untuk menyayat sanubari. Sekarang kau sudah tahu apa dampak yang akan timbul jikalau belati itu ada lagi. Namun, kumohon, cukup sekali.

Kuberitahu, sebenarnya diri ini tak pernah bosan merindu, tapi entah mengapa, ternyata ada seutas pilu di situ. Tak pernah aku menuntut yang terlalu mewah darimu, aku hanya ingin kau tak pernah bosan berada di sisiku. Aku tahu, aku tak bisa selalu berada dekat daripada ragamu, namun selalu kusempatkan barang selembar pesan agar kau bisa lepas dari segala ketakutan itu.

Di atas motor ini, berusaha kuresapi, ternyata masih banyak kurangku yang membuatmu lesu. Permintaan maaf setulus hati kulayangkan padamu. Namun, sekali lagi, sepintar-pintarnya manusia menginstrospeksi dirinya sendiri, akan lebih baik jika ada orang lain yang menyadarkan kekurangan yang masih ia miliki. Jangan saat seseorang tersebut masih punya celah kekurangan, lalu kau seolah menutupinya dengan kelebihan yang orang lain punya. Apakah kekurangan itu jadi tertutupi? Sejenak mungkin iya, namun tetap ada lubang yang mengaga di sana, lubang yang berusaha kau tutupi dengan kelebihan yang dimiliki oleh orang lain yang kau pilih, kau biarkan lubang itu mengaga sampai tak sadar kau bisa masuk terjerembab ke dalam lubang itu pula, dan itulah yang terjadi hari ini, bukan?

Jika aku boleh bilang, aku tetap butuh uluran tangan darimu untuk bisa menutupi semua lubang itu, bantu aku untuk bisa utuh, walau masih terlalu banyak PR yang menunggu untuk dikerjakan. Tak apa, satu demi satu. Jika aku saja yakin bisa melewati itu, harusnya begitu juga dirimu.

Yogyakarta, 8 Januari 2020

No comments:

Post a Comment