Semalam, ragamu kembali hadir menghias mimpi. Tak tahu sudah kali ke berapa dirimu mampir ke alam bawah sadar yang misterinya tak berhenti dicari-cari.
Aku penasaran, apakah alam bawah sadarmu mengalami hal yang sama pula? Iya atau tidak, mungkin tak terlalu berpengaruh juga. Ada kau di sana sudah cukup mengobati rindu. Walau terkesan tak nyata, namun hadirmu di sana seperti membawa kehangatan, yang hangatnya sudah terasa seperti sebuah pertemuan.
Aku tahu, bisa saja hal ini hanya obsesiku yang terlalu dalam mendambakan pertemuan itu. Namun bagiku, hadirmu yang tak nyata saja sudah cukup mengobati luka batin yang tak pernah sembuh dihajar realita. Hari-hari sulit yang disebabkan pandemi Covid-19 ini memiliki dampak yang luas, dari dampak fisik sampai psikis.
Kala itu, dirimu hadir menemaniku mengarungi malam. Alam surealis yang mungkin tak realistis, namun rasa yang kau bawa masih terasa sampai saat pagi tiba. Hal-hal kecil seperti itu nyatanya bisa membantu menjaga kewarasan diri dari sulitnya hari.
Aku bangun dengan rasa yang campur-aduk. Di satu sisi nyaman dengan apa yang disuguhkan oleh mimpi, namun di lain sisi seperti tak rela karena rasa itu mulai memudar.
Setelah sedikit merenung, aku lalu bangkit dari tidur, untuk segera menulis tentang apa yang baru saja terjadi. Diiringi musik dari Foo Fighter yang berjudul Everlong. Dengan harapan, rasa itu kekal di bait-bait tulisan ini, sehingga tiap kali aku membaca ulang, dirimu senantiasa hadir menghias ingatan.
Wonogiri, 13 Agustus 2021

No comments:
Post a Comment