Yesterday is history, tomorrow is a mistery, but today is a gift. That's why it's called the present. Adalah Kata-kata Master Oogway di film Kungfu Panda yang paling aku ingat.
Tapi entah kenapa, hari ini serasa begitu unik, bukan menyebalkan ya, tapi unik. Mungkin semua orang pernah mengalami hari paling menyebalk... Ehm, maksudku unik, yang sebenarnya tak pernah ingin ditemui, yang membuat kita kian malas melanjutkan hidup ini. Namun, dengan mengakhiri hidup, akankah semua penderitaan itu berakhir? Yah tidak ada yang bisa menjawab hal tersebut dengan pasti, yang jelas jangan buat hidup yang telah diberikan ke kita sebagai anugerah ini menjadi sia-sia di akhir hari nanti.
Ah, kurasa sudah cukup untuk meratapi uniknya hari ini, mari melanjutkannya dengan hal yang membuat senang hati. Aku sendiri memilih menulis. Mengapa menulis? Yah, tak bisa dipungkiri terkadang seseorang hanya perlu didengarkan, menumpahkan segala resah ke dalam bait-bait tulisan yang terangkum menjadi satu kesatuan, yang kemudian dapat membentuk satu cerita, prosa, warta, ataupun saga.
Tulisan tidak bisa memberi umpan balik, ia tulus mendengarkan apa yang ditulis oleh penulis dengan caranya sendiri, dan itu menenangkan. Kita tak perlu mendengarkan kaum mendang-mending yang malah membandingkan masalahnya dengan masalah kita yang katanya masih terlalu sepele. Hey, siapa yang meminta pendapat anda, bangsat. Aku hanya ingin menggugurkan bola boling yang menggelendoti kepala seharian ini. Melemparkannya ke lintasan supaya menabrak semua pin yang telah disusun diujung sana untuk mendapatkan strike. Jadi, tolong kamu diam saja.
Bercanda, aku tetap butuh masukan darimu, untuk kau simpan di dalam telakmu sendiri, alias aku tidak peduli. Ah maaf, tulisan ini sudah mulai kasar. Jadi mending diakhiri di sini saja, ya. Loh, kenapa sekarang malah ikut-ikutan jadi kaum mendang mending? Tapi tak apa, deng. Lebih baik menjilat ludah sendiri ketimbang ludah orang lain. Yah, jadi banding-bandingin lagi.
Ngomong-ngomong, aku punya tebakan. Banding, banding apa yang empuk? Banding presto. Yak maafkan aku sekali lagi. Aku janji ini yang terakhir. Sore-sore makan rica, terima kasih sudah membaca.
Purbalingga, 9 Februari 2023

No comments:
Post a Comment