Perayaan



Mengapa seseorang bisa kecewa?

Apa saat sesuatu yang diharapkannya tidak berjalan sesuai rencana? Jika iya, lantas apa yang terjadi apabila seseorang tak mau berharap lagi di kemudian hari karena takut apa yang jadi ekspektasi tidak sesuai dengan realita saat ini? Bukankah hidup akan terasa hambar? Menyelesaikan hari-hari tanpa ada renjana di dada. Lalu mulai berpikir bahwa kehadirannya di dunia tidak berarti apa-apa, atau dengan kata lain, dunia akan berjalan baik-baik saja dengan atau tanpa kehadiran dia.

Saat ini aku sedang berbaring di kasur sebuah kamar kos berukuran 4x3 dengan lampu yang sudah dipadamkan. Mungkin sebaiknya memang lekas tidur saja, namun entah mengapa isi kepala terlalu bising saat aku mencoba meletakkan kepala di atas sebuah bantal untuk kemudian bisa tidur dengan tenang. Hal ini disusul dengan cuitan burung yang entah dari mana asalnya, bersaut-sautan tanpa tau etika karena telah membuat kegaduhan di tengah malam. Sebenarnya suhu di kamar kos malam ini adalah suhu yang nyaman, tidak dingin, tidak pula panas. Seharusnya jika bisa lekas tertidur akan sangat nikmat. Namun seperti ketinggalan kereta, mau berusaha sekeras apapun, jika kondisinya masih begini, tidak akan berhasil, yang ada malah hanya buang-buang energi sembari keluarnya lantunan kata-kata kotor, seperti "bajingan!"

Namun tak apa, sudah cukup lama aku tidak menyapa sunyi di tengah malam. Biasanya karena badan sudah cape, ketiduran sendiri. Atau kalau niat begadang, biasanya disertai teman yang tak kalah bisingnya dengan isi pikiran saat ini. Jadi, malam dan tenang yang merupakan teman sejak dulu jadi agak terpinggirkan. Di saat seperti ini, aku sangat suka menuangkan bising-bising yang ada di kepala menjadi bait-bait prosa yang jika beruntung bisa berima, namun tak jarang pula jadi kumpulan kata-kata yang biasa-biasa saja, contohnya tulisan ini. Aku tak tahu harus mengakhirinya dengan cara bagaimana, jadi ya sudah diakhiri di sini saja, ya. Selamat malam, teruntuk orang-orang yang pernah atau sering dikecewakan, yang pada akhirnya hanya bisa menarik nafas panjang dan berkata, ya sudah. Terima kasih sudah selalu bertahan, walaupun hidup seolah-olah terasa berat, namun ternyata banyak pula yang merasakan hal serupa. Jadi, kamu tidak sendiri, carilah satu atau dua teman yang memiliki nasib serupa, lalu tertawalah, dan mari bersama-sama merayakan getir yang ada.

Purbalingga, 5 April 2023

No comments:

Post a Comment