Secret Admirer



Beberapa hari ini, hanya terlihat satu bintang di langit. Satu-satunya benda langit yang bersinar menemani rembulan yang sedang purnama. Begitu setia, ia mendampingi bulan saat bintang lain pergi entah kemana.

Namun, apakah sang dewi malam menyadari ada yang selalu menemaninya beberapa hari ini, sendirian? Terdengar jahat, tapi tidak menutup kemungkinan bulan tak melihatnya, mengingat jarak yang sangat jauh sehingga bisa saja cahaya dari bintang tersebut tak dapat terlihat oleh bulan.

Apakah seperti itu juga aku di matamu? Terlalu kecil dan jauh sehingga kau hanya dapat mengingatnya sesekali saja. Ah, tak apa. Masih kau anggap saja aku senang. Mungkin terdengar gila jika dilogika, namun apakah cinta mengenal logika? Aku harap tidak. Kau anggap atau tidak, aku akan tetap di sini, melihat tingkah lakumu dari jauh, berusaha selalu ada saat kau butuhkan, dan menemanimu saat yang lain meninggalkan.

Tulisan penunggu fajar,
Wonogiri, 15 Juli 2018

No comments:

Post a Comment