Perempuan di Ujung Lorong
Yang riangnya menyimpan nestapa
Yang riuhnya menyimpan luka
Yang hatinya setangguh baja
Saat rasa takut menguasai indera
Ingatlah ada seseorang yang selalu berdiri di sana
Walau tak terucap, namun coba dirasa
Saat tak ada yang bisa dipercaya
Ada uluran tangan yang selalu tersedia
Menggenggam raga yang terkadang renta
Saat lisan butuh sesuatu untuk diutarakan
Ada telinga yang tak pernah lelah mendengar
Kuras semua yang tertahan, yang tak berani diungkap sebelumnya
Di tengah krisis tidak percaya yang melanda
Kau selalu tahu di mana aku berada
Aku selalu di sini menerima
Walau tak berani terus terang bicara
Namun aku tahu kau juga merasa
Sesuatu yang tak biasa
Di sela-sela diri kita
Perempuan di ujung lorong,
Temani aku, mendobrak batasan yang ada.
Semarang, 11 Februari 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment