Ingatkah kau pada sebuah masa, saat malam bisu seketika, kala mendengar kita bercerita?
Tanpa sadar waktu terlipat dengan cepatnya, melewati lamunan kita menjelajah belantara imaji dunia yang fana.
Ada canda tawa hingga tangis luka, terangkum dalam balutan romansa.
Saat semua yang tak terucap memberi isyarat, bahwa kebanyakan hal mudah dibayangkan, namun ternyata sukar dilakukan.
Mulailah mengenal realita, bangun dari alam surealis yang memekakkan telinga.
Karena ada seseorang yang setia menunggumu di ujung sana, menantimu keluar dari hiruk pikuk dunia.
Aku hanya ingin berpesan, di duniamu, apa yang kau anggap baik tak akan selalu baik dan apa yang selalu kau anggap buruk tak selamanya buruk.
Aku punya mimpi, saat hari telah lelah menghajar pikiran dan ragaku, aku akan selalu pulang ke hangat pelukmu, merasakan lembut kasihmu, juga mencium harum ragamu.
Sesederhana itu, aku hanya ingin melewati waktu bersamamu, melihat untaian senyummu, di tiap hariku memahat waktu.
Semarang, 16 Juni 2019

No comments:
Post a Comment