Wonogiri, sama seperti kebanyakan kota lainnya, musim kemarau didominasi oleh siang yang amat terik, juga malam yang cukup dingin. Kota kelahiran, kota tumbuh kembang, kota yang membentuk pribadi saya hingga hari ini. Banyak hal yang dapat dirindukan dari kota ini. Ramah tamahnya, damai tentramnya, juga kondisi alamnya yang terkesan masih asri, tanpa kontaminasi reklamasi.
Walau beberapa kasus sempat menerpa, seperti adanya pabrik tapioka yang limbahnya mencemari segarnya udara wonogiri di pagi hari, sampai yang paling baru yaitu wacana pertambangan yang akan menghiasi kelurahan Jendi, Selogiri. Pembangunan sebenarnya bagus, apalagi jika itu terkait sektor industri, yang akan membuka lapangan kerja yang konon katanya masih sempit di negeri ini, maaf nih sebelumnya tapi jika anda hanya mencari lapangan kerja di tempurung tempat tinggal anda, ya yang ada hanya bertani sama ngarit suket, tidak jauh-jauh dari sektor pertanian. Coba perluas wawasan, tambah relasi, sebenarnya masih banyak sektor kerja yang membutuhkan tenaga anda, namun jika anda tak mau berpaling dari balik ketiak ibu anda, ya hanya satu cara, benar, salahkan pemerintah, masih menjadi cara yang paling ampuh hingga saat ini.
Namun pola pikir manusia memang selalu berkembang, banyak warga lokal yang kini merantau, mengadu nasib di kota orang dengan tujuan memperbaiki kualitas hidup, pribadi maupun keluarga sekalipun. Hal tersebut sangat nampak waktu lebaran tiba, mengingat wonogiri selalu didominasi oleh mobil dengan plat nomor ber-awalan 'B' dan tiap tahun populasi mobil-mobil ber-plat 'B' tersebut semakin banyak. Syukurlah, banyak pengadu nasib di ibukota yang hidupnya lebih berkualitas secara materi, menandakan semakin sedikit yang hanya bersembunyi di ketiak ibunya tadi.
Terlepas dari semua pro dan kontra yang ada, tetaplah menjadi tempat terhangat untuk mendapat pelukan dari orang-orang tersayang. Biarlah pembangunan sedikit mengubah wajahmu yang muram, selagi tidak menghilangkan esensi dari rumah itu sendiri, selagi tidak hanya untuk kepentingan petinggi negeri, dan selagi dengan itu kau bisa lebih berdikari.



No comments:
Post a Comment