Entah
Terlalu sadis untuk diikat, namun belum terlalu rela untuk membiarkannya terbang bebas seperti burung dara, walau aku tahu ia akan kembali disamping raga ini, selalu. Aku takut, bukan takut ia pergi, aku lebih takut ia dimanfaatkan atas kelengahannya di sebuah sisi pada raganya yang suci. Terlalu banyak yang masih acuh menjaga raga yang ia punya, raga yang lebih bernilai dari apapun. Ada lisan yang tak pernah lelah mengingatkan, namun terkadang, kesempatan selalu datang seiring dengan terbukanya peluang.
Gulana
Kau tahu, saat terkadang yang dibutuhkan hanyalah ingin sejenak merebah, ternyata pikiran yang sesak membuat semuanya menjadi tidak menyenangkan, namun ada sebuah obat yang hingga saat ini masih mujarab untuk meluruhkan. Mendengar suaramu di ujung sana, gelak candamu seolah meredam bisingnya prasangka.
Subscribe to:
Comments (Atom)



