Karsa


Satu yang kupahami dari sikapmu belakangan ini adalah, kau sanggup bersandiwara seolah tak terjadi apa-apa saat sedang bersama teman-teman. Entah itu hanya pelarian untuk mengais kembali rasa yang hilang, atau memang sekadar rasa bencimu terhadap kesendirian. 

Entah


Terlalu sadis untuk diikat, namun belum terlalu rela untuk membiarkannya terbang bebas seperti burung dara, walau aku tahu ia akan kembali disamping raga ini, selalu. Aku takut, bukan takut ia pergi, aku lebih takut ia dimanfaatkan atas kelengahannya di sebuah sisi pada raganya yang suci. Terlalu banyak yang masih acuh menjaga raga yang ia punya, raga yang lebih bernilai dari apapun. Ada lisan yang tak pernah lelah mengingatkan, namun terkadang, kesempatan selalu datang seiring dengan terbukanya peluang.

Amarah


“Mereka yang kita sayangi, yang paling mampu melukai” - Monkey To Millionaire

Gulana



Kau tahu, saat terkadang yang dibutuhkan hanyalah ingin sejenak merebah, ternyata pikiran yang sesak membuat semuanya menjadi tidak menyenangkan, namun ada sebuah obat yang hingga saat ini masih mujarab untuk meluruhkan. Mendengar suaramu di ujung sana, gelak candamu seolah meredam bisingnya prasangka.