Entah


Terlalu sadis untuk diikat, namun belum terlalu rela untuk membiarkannya terbang bebas seperti burung dara, walau aku tahu ia akan kembali disamping raga ini, selalu. Aku takut, bukan takut ia pergi, aku lebih takut ia dimanfaatkan atas kelengahannya di sebuah sisi pada raganya yang suci. Terlalu banyak yang masih acuh menjaga raga yang ia punya, raga yang lebih bernilai dari apapun. Ada lisan yang tak pernah lelah mengingatkan, namun terkadang, kesempatan selalu datang seiring dengan terbukanya peluang.

Adakalanya seseorang lupa akan kewajibannya, semoga jikapun lupa itu melanda, kau akan ingat sebelum terlalu jauh luka itu kau goreskan. Di sini atau entah di mana tempatku berpijak nanti, mungkin bayangmu tak akan pernah tertinggal, entah di depan atau di belakang, tergantung arah matahari, bayangmu akan selalu mengikuti. Dari situ aku punya sebuah andai, betapa hancurnya sebuah rasa jika raga ini kau tinggalkan. Padahal di awal, aku tak pernah berharap besar padamu, sama sekali. Waktu berhasil menempa kita menjadi serat-serat yang tak boleh dipisahkan.

Saat tak ada lagi yang bisa diharapkan, nampaknya pelukmu tak pernah bosan memberi tenang. Walau kini, banyak orang yang mengatakan segala hal yang kita lakukan demi pasangan adalah sebuah perbudakan cinta. Namun pernahkah kau merasa, pentingnya punya seseorang yang selalu siap meneduhkan tiap kali nestapa menyerang? Pentingnya menjaga kewarasan dengan memendamkan segala kesal ke dalam sebuah pelukan?

Jika dirimu menjawab, "kan masih ada teman atau sahabat yang ada, tidak harus selalu tentang pasangan". Bung, teman atau sahabatmu kini akan bertahan berapa lama kiranya? Mereka kelak juga akan berkeluarga, punya waktunya sendiri, melimpahkan seluruh waktunya untuk keluarga mereka, sekarang baiklah ia ada untukmu, tapi pertanyaannya adalah akan sampai kapan? Walau aku tahu cara setiap orang berbeda, namun kurasa penting mempunyai seseorang yang rela membagi waktunya untukmu juga, menyanding tanpa gengsi, mengingatkan tanpa maki.

Jangan berhenti mencintai.

Wonogiri, 24 Agustus 2019

No comments:

Post a Comment