Malam ini, hujan membalas rasa rindunya pada tanah yang gersang. Hujan perdana, setelah kemarau dirasa sangat panjang. Tak terasa satu tahun berlalu, hujan perdana tahun lalu juga sempat aku abadikan ke dalam sebuah tulisan, sama seperti saat ini, hanya dengan rasa yang berbeda.
Secarik Kertas
Detik ini seseorang bisa tertawa lepas, beberapa menit berikutnya ia bisa berubah datar, marah, murka, lalu meneteskan air mata.
Pulang
Seutas malam perlahan melahap sang siang, lampu-lampu kota lalu menyala, berlomba-lomba membias petang menjadi terang. Deru knalpot dari motor yang mulai termakan usia itu terhenti, menyapa rumah yang telah lama tak disinggahi. Aku pulang.
Murka
Beberapa hal memang sengaja diciptakan agar kita berpikir, mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa hal tersebut menimpa diri kita sendiri? Sejenak umpatan-umpatan itu begitu gemas ingin dikeluarkan, namun ada sebuah tameng yang menahan, sepanas-panasnya sebuah keadaan, jangan pernah meragukan kekuatan otak untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Subscribe to:
Comments (Atom)



