Semerbak harum ragamu
Memenuhi beranda jiwaku
Bayangmu merayu
Mengajakku meramu
Sesuatu yang pernah layu.
Sehelai lembut jemari
Riuh membelai jantung hati
Memastikan ia tak akan lari
Agar selalu di sisi.
Seutas senyum merekah
Membias lembayung di ujung cakrawala
Menantang terik senja
Tentang siapa yang lebih memesona.
Pandangnya meraba
Masuk menembus retina
Mencari bukti
Adakah rasa yang terpatri.
Aku tak pernah berani berjanji
Untuk sekarang ini
Yang aku tahu
Aku ada untukmu
Dan semoga selalu.
—Ranggahaka
No comments:
Post a Comment