Pagi ini, bingung harus berbuat apa. Setelah salah satu dosen memberikan kabar bahwa kelasnya pagi ini kosong. Ada senang juga kesal. Senang karena mata kuliah pagi ini kosong, kesal karena kegiatan pagi ini juga ikut kosong, sialan. Alunan musik the adams menemani kosongnya pagi ini, ada salah satu lagunya berjudul 'Timur' mempunyai lirik yang terus terngiang-ngiang di telinga.
"Namun tiap kudengar namamu,
Makin terbayang masa depanku."
Ario Hendrawan memang seperti mempunyai magis untuk membuat pagi menjadi sedikit berisi, seiring dengan sepotong pesan yang masuk ke ponsel yang terletak di pinggir meja. Dalam pesan itu, terlampir pula sebuah foto dari seseorang yang sepertinya belum lama bangun. The big eye, begitu biasanya aku memanggil. Entah, setelah pesan itu masuk, seperti ada energi yang tertular, energi itu seperti berkata "kau tak boleh diam saja, banyak yang harus dikerjakan." Tatapan mata dalam foto itu berusaha meyakinkan, tanpa paksaan. Sempat terlintas ada yang janggal dari tatap itu, entah hanya perasaanku saja atau tidak. Tatapan yang menyimpan banyak rahasia, yang entah suatu hari akan ia katakan atau tidak.
Apa yang membuatku menyimpulkan ada sebuah tabir di sela-sela mata dan pikirannya tersebut? Selalu ada hal-hal kecil yang kadang terlalu sepele untuk diperhatikan, namun jika hal kecil itu ditelaah ulang, terkadang ada sebongkah peristiwa yang tak pernah kita duga bahwa ternyata orang ini tidak se-sederhana kelihatannya. Jangan pernah meremehkan hal-hal kecil, karena dari hal kecil yang ditimbun itulah hal besar bisa tercipta.
Aku tahu, tidak segala hal yang ada di pikiranmu mau kau ceritakan padaku, karena memang ada hal-hal yang mungkin tak cocok untukku —dalam sudut pandangmu—. Namun aku mohon, jika memang itu menyangkut tentang relasi ini, entah seburuk apapun kabar itu, utarakan, padaku, seorang. Karena mungkin akan lebih menyakitkan jika aku yang menemukannya langsung tanpa sepengetahuan darimu.
Dirimu terkadang terlalu rumit untuk dibilang sederhana, diammu menyimpan begitu banyak luka, begitu banyak nestapa, begitu banyak rahasia, yang tak pernah aku ketahui sebelumnya. Terkejut adalah bunga dari orang yang tak pernah menyangka bahwa tubuhmu menyimpan bilur luka yang bisa menganga kapanpun jua.
Aku tak pernah berani berjanji tentang sesuatu yang tak pasti. Karena aku tahu ada janji-janji usang yang menghiasi perjalananmu, perjalanan menemukan, menemukan sesuatu yang tak pernah kau percaya sebelumnya, bahwa ia ada. Sebenarnya kita mencari hal yang sama, sesuatu yang mungkin teramat sulit untuk ditemukan, namun aku percaya ia ada, dan akan muncul pada waktunya.
Dan bila kau sudah percaya aku memiliki sesuatu yang kau cari, ternyata hal yang sama menimpaku juga. Ujung dari pencarian ini adalah menemukan, dan saat kita mulai lelah mencari, siapa sangka kita dipertemukan secara tidak sengaja, untuk menyusun cerita, cerita-cerita yang kelak akan dikenang sepanjang masa.
Semarang, 21 Maret 2019
No comments:
Post a Comment