"Panda.."
Ucap gadis itu sembari memeluk boneka beruang berbulu yang telah lama menjadi teman tidurnya itu. Gadis itu bernama Han.
Dan sebelum masuk ke cerita, boneka beruang yang bernama panda tersebut memiliki sedikit kisah. Boneka tersebut adalah boneka yang ia beli di sebuah toko, dimana di dalam toko tersebut hanya menyisakan dua boneka besar, beruang dan panda. Saat ia dengan senangnya berjalan untuk mengambil boneka panda yang ada di depannya, muncul tangan orang lain yang mengambil boneka panda tersebut mendahului dirinya. Han sedikit kaget, karena pertama, orang tersebut mendahului dirinya, kedua, ia tambah kaget karena yang mengambil boneka tersebut adalah seseorang yang ia kenal. Namanya Ria, teman satu angkatan saat mereka masih duduk di bangku SMP. Mereka pun bertegur sapa dan basa-basi sejenak, untuk kemudian Ria pamit lebih dulu untuk membayar boneka panda yang diincar oleh Han tadi. Sedikit kecewa sebenarnya, namun biarlah. Dan daripada hanya tangan hampa yang ia bawa pulang, Han memutuskan untuk membeli boneka beruang berwarna coklat yang ada di samping boneka panda tadi, dan karena masih sangat terobsesi terhadap boneka panda tadi, ia namai boneka beruang tersebut dengan nama Panda.
Nah, sekarang kembali ke cerita. Han memeluk panda dengan amat erat, berkeluh kesah tentang mengapa ia begitu teledor memencet sebuah tombol di media sosial yang dapat mengubah caranya yang sembunyi-sembunyi untuk memperhatikan seseorang yang mungkin merupakan sosok penting baginya. Parahnya lagi, seseorang tersebut mungkin telah menyadari cara sang gadis yang memperhatikannya secara sembunyi-sembunyi tadi.
"Panda, apa yang harus aku lakukan?" Tanya sang gadis.
Tak ada jawaban dari beruang berbulu itu. Karena masih panik, ia lalu mengubah akunnya menjadi akun private, paling tidak seseorang tadi tak bisa lagi melihat postingan-postingan terbaru sang gadis. Han kembali mengutuk keteledorannya, ia takut seseorang yang ia perhatikan secara diam tadi menjauh, risih, dan lain sebagainya. Pikiran-pikiran negatif yang menguasai pikirannya malam ini. Han lalu rebahan dengan masih memeluk panda yang sudah seperti separuh jiwanya itu, membenamkan wajahnya ke boneka tersebut sambil berharap kejadian tadi tak mengubah sifat seseorang yang ia perhatikan secara diam tadi. Karena terlalu lama merenung di dekapan panda, ia pun tertidur.
Han terbangun dengan perasaan yang biasa saja, namun saat ingat peristiwa semalam, ia kembali membenamkan wajahnya ke tubuh panda yang berbulu. Mencari ponselnya yang ternyata tegeletak agak jauh di sudut tempat tidur. Lampu notifikasi di ponselnya berkedip-kedip, menandakan ada pesan yang masuk.
"Ah, paling dari Ria" batin Han
Semenjak peristiwa boneka, ia kembali dekat dengan teman SMP nya tersebut, setelah mereka saling bertukar nomor telepon saat mereka bertemu mencari boneka yang sama dulu. Han lalu menghidupkan ponselnya, membuka pola yang mengunci ponsel tersebut, sampai didapatinya notifikasi dari seseorang yang ia perhatikan secara diam tadi.
"Selamat pagi, Han"
Melihat pesan tersebut, senyum Han kembali terkembang lebar pagi ini.
Wonogiri, 3 Januari 2019
Wonogiri, 3 Januari 2019

No comments:
Post a Comment