Temu



Tanpa aba-aba dan tanpa apa-apa, dirimu tiba-tiba memelukku erat. Karena sangat tiba-tiba, hening sejenak tercipta. Otakku masih mencerna ihwal apa yang sedang terjadi.

"Cape." katamu.

Sambekala


Beberapa hari ini aku selalu pulang kantor larut malam, entah mengapa waktu terasa begitu cepat saat aku sedang terbenam dalam tumpukan berkas yang menunggu untuk diselesaikan. Oh iya, salam kenal. Namaku Nira, perempuan yang hidupnya penuh dengan sesuatu yang biasa-biasa saja. Tinggi badan yang biasa saja, wajah yang biasa saja, bahkan ukuran dada juga biasa saja, cenderung minimalis. Hari ini, aku berniat mengebut pekerjaan supaya bisa selesai sebelum malam. Aku ingin sejenak melepas penat dengan berkeliling kota menggunakan motor matik yang lagi-lagi biasa-biasa saja.

Sangkala



Sore itu sepulang kantor, Nira mengajakku untuk pergi mencari tempat makan di luar, supaya suara-suara dari dalam perut yang sudah mulai meronta tersumpal oleh butir-butir nasi yang terjun lewat kerongkongan. Seperti biasa, mencari makan adalah hal yang sederhana namun harus dibuat serumit mungkin.

Reminisensi



Baru saja mobil yang aku tumpangi melewati salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Kota Surakarta, Matahari Singosaren. Melihat itu, tiba-tiba ingatanku terlempar ke belasan tahun yang lalu. Saat aku masih duduk di bangku SD kelas lima atau enam, agak lupa persisnya. Dulu minimal sebulan sekali aku pasti mengunjungi tempat ini, menemani Bapak yang tiap bulannya pasti belanja berbagai spare part ponsel untuk keperluan pekerjaannya.

Harapan



Saat di kerumunan, pernahkah kamu mencoba mendengarkan percakapan banyak orang dalam satu waktu sekaligus? Melelahkan bukan? Harus fokus ke satu dan yang lain, hingga akhirnya hanya menjadi distorsi telinga yang memuakkan.

Unik



Yesterday is history, tomorrow is a mistery, but today is a gift. That's why it's called the present. Adalah Kata-kata Master Oogway di film Kungfu Panda yang paling aku ingat.